Minggu, 12 April 2009

ALMARHUM BAPAK KH. ABDULLAH SYAFI'IE


Pendiri Masjid Al-Barakah dan Yayasan Perguruan Islam As-Syafi’iyah


Riwayat singkat hidupnya dan perjuangannya dalam meninggikan kalimat ALLAH SWT.

  • KH. Abdullah Syafi’ie lahir di Kampung Balimatraman, Jakarta Selatan pada tanggal 16 Sya’ban 1329 H/ 10 Agustus 1910 Hari Sabtu. Nama ayahnya H. Syafi’ie Bin Sairan dan ibundanya Nona Binti Asy’ari. Mempunyai dua orang adik perempuan yang bernama Hj. Siti Rogayah dan Hj. Siti Aminah.
  • Kedua orang tuanya cinta kepada orang-orang Alim dan Sholeh sehingga dari sejak kecil sudah diarahkan untuk belajar ilmu agama.
  • Sambil belajar, menuntut ilmu terus mengajar. Dan pada umur 17 tahun sudah memperoleh surat pemberian tahoe; boleh mengajar di langgar partikulir.
  • Ketika berumur 23 tahun mulai membangun Masjid Al Barkah di Kp. Balimatraman. Disitulah Almarhum lebih menekuni pembinaan masyarakat-umat mengajak mereka ke jalan Allah.
  • Sekitar tahun tiga puluhan da’wahnya lebih meluas lagi mencapai daerah sekitar Jakarta dan Almarhum menuntut ilmu ke Bogor (Habib Alawy Bin Tohir Alhaddad).
  • Sekitar tahun empat puluhan membangun tempat pendidikan yaitu tingkat ibtidaiyah dan secara sederhana mulai menampung pelajar-pelajar yang mukim (tinggal) terutama dari keluarga.
  • Pada tahun 1957 membangun AULA AS-SYAFI’IYAH yang diperuntukkan bagi madrasah tingkat Tsanawiyah Lilmuballighin wal Muallimin.
  • Tahun 1965 mendirikan Akademi Pendidikan Islam As-Syafi’iyah (AKPI As-Syafi’iyah).
  • Tahun 1967 mendirikan Stasiun Radio As-Syafi’iyah, tahun 1969 AKPI ditingkatkan menjadi UIA.
  • Tahun 1968 merintis tempat pendidikan di suatu desa pinggiran Jakarta yaitu Jatiwaringin Kecamatan Pondok Gede Bekasi sebagai pengembangan dari pendidikan yang telah ada.
  • Pada tahun 1974-1975 membangun pesantren putra dan pesantren putri di Jatiwaringin.
  • Pada tahun 1978 membangun pesantren khusus untuk Yatama dan Masakin.
  • Pengembangan sarana untuk pendidikan dan pesantren terus terus dikembangkan ke sekitar Jakarta seperti di Cilangkap-Pasar Rebo, di Payangan-Bekasi, Kp. Jakasampurna-Bekasi, dll.
  • Tahun 1980 mulai menyiapkan lokasi untuk Kampus Universitas Islam As-Syafi’iyah.
  • Almarhum pernah menjabat sebagai Ketua I Majelis Ulama Indonesia pada periode pertama dan juga sebagai Ketua Umum Majelis Ulama DKI periode pertama dan kedua.
  • Almarhum banyak memikirkan tentang pendidikan untuk menghadirkan Ulama untuk masa yang akan datang dengan mendirikan Pesantren Tinggi yaitu MA”HAD ALY DAARUL ARQOM As-Syafi’iyah.
  • Almarhum berhati lembut : merasa pedih hatinya dengan penderitaan umat terutama jika umat mendapat musibah dalam urusan agama. Almarhum segera berusaha memberikan petunjuk dan pengarahan serta mencarikan jalan-jalan keluarnya.
  • Selalu mengajak umat kepada Tauhidullah dan AQIDAH ala thoriqoh Ahlissunnah wal jama’ah. Dimana-mana beliau berda’wah dan berceramah selalu mengajak jama’ah untuk beristighfar dan mengumandangkan kalimat Tauhid : La ilaa ha illallah – Muhammadurrasulullah.
  • Jiwa dan semangatnya : membangun umat untuk menghidupkan syi’arnya agama Islam. Mendirikan masjid-masjid, musholla dan madrasah serta pesantren-pesantren. Menggalakan umat untuk berani dan suka beramal jariah, infak, dan shodaqoh serta berwakaf.
  • Mengajak ulama dan asatidzah untuk bersatu. Memberikan kesempatan kepada asatidzah dan ulama-ulama untuk tampil di tengah masyarakat.
  • Menyelenggarakan Majlis Muzakarah Ulama dan Asatidzah.
  • Menyantuni para dhu’afa (kaum yang lemah) dengan bantuan berupa beras, pakaian, uang, dll.
  • Pada hari Selasa dinihari jam 00.30 Bapak KH. Abdullah Syaf’ie berpulang ke rahmatullah saat menuju Rumah Sakit Islam. Dishalatkan di Masjid Al Barkah Balimatraman oleh puluhan ribu umat islam secara bergelombang dipimpin oleh para Alim Ulama. Turut serta tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah. Dimakamkan pada hari Selasa tgl. 18 Zulhijjah 1405 H/ 3 September 1985 di Komplek Pesantren Putra As-Syafi’iyah Jatiwaringin-Pondok Gede dengan dihantarkan oleh ratusan ribu umat Islam.

INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI’UN

“SEMOGA ALLAH SWT SELALU MEMBERIKAN RAHMATNYA DAN AMPUNANNYA.”

Amin. Al fatihah…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar